Obrolan Dewasa

Ngerumpi Bebas Tentang Seks (22+)

Kunikmati Bercinta dengan 3 Cowok Sekaligus


Waktu itu aku pacaran sama cowok namanya Rudi. Hari itu aku nginap ditempatnya, karena Rudi punya rumah sendiri, dan tempat kos-ku cukup cuek dengan urusan apakah aku pulang atau tidak. Rudi ngundang teman2nya untuk acara Barbecue, bakar2an sambil minum bir. Cukup banyak yang datang, sekitar 12 orang. Pada akhirnya tinggal RUdi dan tiga temannya yang masih mengobrol, yang lain sudah pulang. Aku agak heran karena aku merasa horny sekali, dan juga agak sedikit pusing. Kupikir karena aku tidak biasa minum bir. Lalu aku pamitan untuk tiduran sebentar. Karena panas, kucopot semua bajuku, dan aku hanya pakai kaus Rudi, yang agak kebesaran hingga menutupi pantatku. Lalu aku telungkup di ranjang.

Tak lama kemudian Rudi masuk, dan karena keadaan terdengar sunyi, kupikir Ari, Tomas dan Hendy sudah pulang juga. Rudi naik ke ranjang dan mulai memelukku. Aku berbalik dan balas memeluknya. Kaos yang kukenakan tertarik dan jembutku cium006menempel di paha Rudi. Aku cekikikan, karena kupikir kebetulan sekali si Rudi ini cepat masuk ke kamar, aku masih horny sekali. Kamipun berciuman lama sekali. Rudi memagut bibirku, ganti-ganti atas dan bawah, lalu lidahnya ikutan. Kamipun saling berpagutan. Tangan Rudi mulai meremas-remas toketku dari depan kaos. PUting susuku langsung bereaksi. “Ummmmhhh… Rud…..” “Apa sayang?” katanya sambil terus mencumbuku. Ahli sekali ia berciuman, aku sampai lemas terangsang karena bibir dan lidahnya bermain-main memagut bibirku. Tangannya yang terampil juga tambah merangsangku. “Aku kok terangsang sekali malam ini ya…ngentot yuk” “Hmmmm…” cuma itu jawab Rudi sambil pahanya nyelip diantara pahaku.

Lalu ia menggerakkan pahanya, sehingga menekan daerah kemaluanku yang mulai bengkak dan basah itu. “Ohhhhhh… enak Rud….” kataku sambil ikutan menggoyang pinggulku, hingga paha Rudi menggesek-gesek memekku makin cepat. Aku lalu menarik kaosku keatas, dan melepasnya sekalian hingga tubuhku telanjang bulat. Rudi menatapku dengan hot. Toketku tidak besar, tapi bentuknya bulat dan agak mencuat keatas. Perutku datar, dan pinggulku melebar. Kakiku panjang dan mulus. Pantatku, kata Rudi, ukurannya pas di tangannya yang besar. Lalu aku terlentang dengan membusungkan dadaku. Benarlah, Rudi langsung menunduk dan menggigit salah satu puting susuku, sementara tangannya meremasi susuku yang satu lagi. Aku agak ditindihnya. Aku senang sekali merasakan berat seorang laki-laki diatasku, rasanya aku ini feminin sekali dan siap dikerjai.

Diantara rangsangan pada toket dan mulut Rudi yang terus mencumbuku, Rudi mulai melepaskan pakaiannya. Kontolnya yang perkasa sudah tegang. Aku membuka pahaku lebar-lebar dan misionarismengundangnya untuk segera mengentotku. Rudi langsung menggenjot kontolnya keluar masuk. Aku mendesah-desah liar, sambil mengangkat-angkat pantatku juga hingga sodokan Rudi terasa lebih mantap dan kasar. “Ahhhhhh… ayo….. Ohhhhh… enak Ruddddd…… yang keras…” “Uughhh…” Bunyi memekku yang kecipak kecipak saat dientot itu sungguh erotis. Rudi mengankat kakiku kebahunya, dan terus mengentotku. Pahaku dirapatkannya hingga memekku kian menjepit kontolnya itu. “Aduhh Ruddddd…. aku hampir sampai… entot aku kuat-kuat Rud!! OH!! OHHH!!!!” Tapi Rudi tiba-tiba sudah mengeluarkan maninya sambil berteriak. Aku amat kecewa karena sebentar lagi saja aku juga akan sampai. Rudi hanya nyengir dan mulai memainkan toketku lagi. Aku mengelap memekku yang banjir mani itu, dan mencoba menenangkan nafasku yang masih memburu.

Aku mengerang menikmati hisapan Rudi pada toketku, meskipun aku masih ingin dientot sampai aku orgasme juga. Rudi menarik badanku hingga punggungku agak menyandar di dadanya. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Ari, Tomas dan Hendy masuk. Kelihatan sekali mereka sudah terangsang hebat dan siap tempur. Aku terpekik dan mencoba menutupi badanku yang telanjang bulat itu. “Sshhhh…nikmati saja…” katanya sambil tetap mencium dan memijat toketku. Ari sudah mengeluarkan kontolnya, dan melepas bajunya. Ia lalu mengangkangkan kedua kakiku. Aku mencoba berontak, tapi Rudi menahanku, sambil terus memilin-milin puting susuku. Terus terang aku masih amat terangsang. Ari mulai membimbing kontolnya ke memekku yang memang masih basah itu. Lalu ia mulai mengentotku kuat-kuat. “Ohhhhhhh…”desisku. Aku hanya pasrah. Ari memegangi tanganku sambil memaju mundurkan pinggulnya.

Kedua toketku memenuhi tangan Rudi, dan aku hanya sanggup menggelinjang dientot Ari. “Sshh… Janet… it’s oke…” kata Rudi lagi. “Aku mau malam ini agar berkesan sekali untukmu. BAyangkan, kami semua akan melayani nafsu seksmu” Jadi mereka akan mengerjaiku?! Aku mencoba lagi, tapi aku merespon entotan Ari. Ari mengentotku makin kuat dan kencang, kontolnya terasa makin besar dan jantan. “Ohhhhh…Ohh….. yess….”bisikku. Keringat mulai membasahi keningku. Ari melepaskan tanganku dan menarik pantatku kuat-kuat hingga kontolnya terbenam habis. Akupun orgasme sambil Ari terus mengentotku makin cepat, kulihat kepalanya tengadah dan ia menggeram, sambil ejakulasi persis saat aku orgasme. Bergetar seluruh badanku. Tapi sebelum orgasmeku benar-benar kunikmati, ARi dan menghujamkan kontolnya yang besar ke memekku. “Aaaaaaahhhhh!!!! Aduh.. pelan-pelan… OHHH!!!!” jeritku kaget dan agak tak kuat menahan sensasi. Ari berjongkok dekat toketku dan mulai mengisap-isap puting susuku sementara Rudi masih memeras susuku yang satu lagi mengentotku dengan buas. Ia tampak menikmati sekali memekku ini. “Ohhhhh…. Rud.. Janet bener-bener hebat… memeknya masih rapet aja udah basah begini… ohhhhhhhh…” “Ahh.. ahhh..ahh..” desahku tiap kali kontol panjangnya menyentuh dasar memekku tak tahan lama dan sebentar kemudian ia sampai.

Sebelum mendapat gilirannya, mereka membalikkan badanku, hingga aku kini menungging mulai menyodok-nyodok memekku dari belakang, sementara Rudi memasukkan kontolnya ke mulutku. Ari masih asyik memainkan toketku, sambil sesekali mengelus kontolnya agar bangun lagi ahli sekali mengentotku, dan aku amat menikmati sodokannya. Kadang-kadang aku terpekik, dan kontol Rudi terlepas dari mulutku. Rudi akan langsung memasukkan kembali kontolnya ke mulutku. Ia menengadahkan kepalaku hingga kontolnya bisa masuk lebih dalam. Aku berusaha keras untuk bernafas pelan-pelan supaya tidak tersedak. Aku segera orgasme lagi sebelum dia selesai. Ia mengerang menikmati getaran-getaran memekku saat aku orgasme. Ia berhenti sesudah menusukkan dalam-dalam kontolnya, lalu mulai mengerjaiku lagi setelah getaran orgasmeku selesai. Aku ditahan dalam posisi menungging ini sementara mereka bergiliran menyodokku dari depan dan belakang. Sperma yang keluar sudah membasahi muka, tenggorokan, leher dan dadaku. Sebagian sperma muncrat di punggungku.

Mereka dengan asyik mengurut cairan ini ke seluruh tubuhku. Memekku juga terasa penuh dan agak capai kebanyakan dientot. Dan seluruh kamar berbau seks. Sepanjang malam, bergiliran mereka mengentotku. Aku sempat tertidur satu dua jam, dan sesekali diijinkan juga untuk cuci di kamar mandi. Mereka minta dilayani lagi pagi harinya. Aku ingat waktu Ari mengentotku dengan posisi terlntang, Hendy menjepitkan kontolnya diantara toketku sambil maju mundur, dan kedua cowok lainnya mengurut-urut kontol mereka sambil menonton. Ari lalu menumpahkan spermanya di dalam memekku, sementara Hendy, Rudi dan Tomas ejakulasi sambil memuncratkan spermanya di muka, leher dan rambutku. Badanku terasa letih sekali, tapi juga puas.

Berkali-kali aku orgasme malam itu. Benar-benar malam panjang yang amat memuaskan. Aku orgasme berkali-kali. Aku tidur sepanjang hari setelah itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Mei 2015 by in Cerita Seks and tagged .

Arsip

Dapatkan artikel seputar seks

Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya

Tamu

  • 1,883,799 hits

HTML hit counter - Quick-counter.net
PageRank Checker

Seks Ekstrim

Gaya dan posisi bercinta ekstrim

Foreplay

Posisi Seks Favorit

Gaya Seks Hot

CD & LIngerie Pilihan

Top Rated

Tips Seks Pria

Teknik Oral Seks

Tips Seks Wanita

%d blogger menyukai ini: